Anies: Perkembangan Teknologi Jadi Tantangan Kebangkitan Nasional
Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Rasyid Baswedan melihat peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2017 sebagai momentum kesadaran menangkap perubahan zaman. Masyarakat Indonesia menurutnya harus memanfaatkan perubahan zaman di bidang teknologi hingga ilmu pengetahuan.
"Hari ini kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2017, hari di mana kita memiliki kesadaran untuk menangkap perubahan zaman," kata Anies di Jalan Balai Rakyat No 52 A, Klender, Jakarta Timur, Sabtu (20/5/2017).
Anak-anak muda di masa kebangkitan nasional saat itu, disebutnya melihat perubahan zaman yang perlu direspon. Ketika itu Indonesia berusaha untuk meraih kemerdekaan dengan berbagai pergerakan fisik.
"Di berbagai tempat tidak menemukan solusi yang permanen, lalu anak-anak muda terdidik ini menemukan cara organisasi. Sekarang tantangan kita ketika melihat pergerakan ini adalah bagaimana kita melihat perubahan zaman," tuturnya.
Suasana berapa tahun terakhir ini adalah suasana di mana teknologi memiliki peran yang besar. "Alat ini gadget, sosial media, dunia digital, telah berhasil menjadi alat perjuangan di berbagai tempat untuk mengusahakan kebebasan," sebut Anies.
Anies berpendapat, banyak rezim di belahan dunia lainnya yang tumbang akibat pemanfaatan teknologi. Untuk itu tantangan Bangsa Indonesia saat ini adalah memanfaatkan teknologi untuk membangun kepercayaan, kerjasama, serta membangun sinergi.
"Sehingga Indonesia bangkit di masa yang akan datang kebangkitan itu bukan semata-mata soal mengingat peristiwa tahun 1908, tapi bagaimana kita sekarang bisa memanfaatkan perubahan zaman di bidang teknologi, pengetahuan, untuk bisa membangun kepercayaan, membangun sinergi, membangun kerjasama. Itu tantangan kita ke depan," tutupnya.
"Hari ini kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2017, hari di mana kita memiliki kesadaran untuk menangkap perubahan zaman," kata Anies di Jalan Balai Rakyat No 52 A, Klender, Jakarta Timur, Sabtu (20/5/2017).
Anak-anak muda di masa kebangkitan nasional saat itu, disebutnya melihat perubahan zaman yang perlu direspon. Ketika itu Indonesia berusaha untuk meraih kemerdekaan dengan berbagai pergerakan fisik.
"Di berbagai tempat tidak menemukan solusi yang permanen, lalu anak-anak muda terdidik ini menemukan cara organisasi. Sekarang tantangan kita ketika melihat pergerakan ini adalah bagaimana kita melihat perubahan zaman," tuturnya.
Anies berpendapat, banyak rezim di belahan dunia lainnya yang tumbang akibat pemanfaatan teknologi. Untuk itu tantangan Bangsa Indonesia saat ini adalah memanfaatkan teknologi untuk membangun kepercayaan, kerjasama, serta membangun sinergi.
"Sehingga Indonesia bangkit di masa yang akan datang kebangkitan itu bukan semata-mata soal mengingat peristiwa tahun 1908, tapi bagaimana kita sekarang bisa memanfaatkan perubahan zaman di bidang teknologi, pengetahuan, untuk bisa membangun kepercayaan, membangun sinergi, membangun kerjasama. Itu tantangan kita ke depan," tutupnya.











